Mengawali
siklus akuntansi di usaha Simpan
Pinjam
Hampir
sama dengan komputerisasi di usaha dagang, dakalanya
orang beranggapan bahwa dengan menerapkan system komputerisasi
akuntansi, maka semua permasalahan akuntansi akan
terselesaikan.Meskipun anggapan ini tidak seluruhnya salah, akan
tetapi juga bisa dikatakan tidak seluruhnya Benar. Karena
sebenarnya tujuan Komputerisasi system Akuntansi adalah hanya
untuk
- memperkecil
kesalahan pencatatan,
- Kontrol
kecurangan dan
- percepatan
perhitungan.
Akan
tetapi System komputerisasi tidak bisa meluruskan bahwa suatu
system yang sudah diterapkan benar atau salah, karena komputer
hanya bertindak secara dummy ( Pasif) , artinya apapun perintah
yang diberikan untuk dilakukan untuk di hitung, maka komputer akan
langsung menghitung, akan tetapi dia (komputer) tidak tahu apakah
yang di hitung tadi adalah suatu hal yang harus dihitung atau
suatu hal yang tidak perlu dihitung (dengan cara seperti itu).
Berangkat
dari sana, maka apabila kita ingin memulai Siklus akuntansi di
sebuah usaha yang baru berjalan, yang perlu diperhatikan adalah
bahwa kita harus mengetahui terlebih dahulu system akuntansi (secara
manual) yang akan diterapkan di usaha kita. Setelah kita
merancangnya , kita baru bisa menerapkan system akuntansi yang
terkomputerisasi. Disana akan terjadi kompromi-kompromi dalam cara
penghitungan akuntansi.
Yang
perlu pertama kali dipersiapkan untuk memulai siklus akuntansi
yang benar, sebenarnya mempunyai bebererapa tahapan, tergantung
dari tujuan yang ingin dicapai dari perhitungan akuntansi tersebut.
Memulai
sikulus Akuntnasi diusaha simpan pinjam dibagi menjadi 2 kelompok
dasar, yaitu:
-
Usaha simpan pinjam
yang sudah berjalan sebelum ada komputerisasi dan
-
Usaha Simpan Pinjam
baru dimana belum ada data yang ada.
1. Jika usaha Simpan
Pinjam Anda sudah berjalan, tentunya sedikit banyak Anda sudah
menerapkan metode-metode atau cara perhitungan akuntansi yang
dapat menghasilkan laporan Neraca dan Rugi Laba. Dari cara yang
Anda gunkana saat ini , Anda dapat mengaplikasikannya kepada
system yang akan Anda gunakan.
yang perlu menjadi perhatian Anda adalah apabila Anda
menerapkan perhituangan akuntansi Simpan Pinjam tersebut secara
otodidak (berpikir sendiri), maka sebaiknya system akuntansi Anda
diganti dengan mengadopsi system yang akan Anda pakai,
karena ada kemungkinan jika Anda masih memakai system otodidak
Anda, metode itu tidak siap untuk perkembangan bisnis Anda.
beberapa point yang perlu diperhatikan:
-
Metode perhitungan
bunga pinjaman
-
Metode perhitungan
bunga simpanan
-
perlakukan
pendapatan dan biaya secara cash basis atau accruel basis
2. Jika Usaha Simpan
Pinjam Anda baru saja berdiri, maka point paling penting adalah
Anda harus ada minimal seorang yang sudah bisa atau pernah
menjalankan (menjadi) juru buku di sebuah usaha simpan pinjam.
Karena dengan adanya ini, maka arah usaha akan dilaporkan (di
manage) secara bagaimana, akan bisa di tentukan diawal.
coba Anda bayangkan apabila didalam usaha Anda tidak ada satupun
yang mengerti seluk beluk usaha simpan pinjam (biasanya koperasi),
maka "kewajiban" untuk membuat laporan neraca dan
rugilaba yang harus dilaporkan kepada Anggota akan sulit.
Beda dengan usaha dagang (pribadi) yang tidak punya keharusan
membuat laporan neraca dan rugilaba.
diperlukannya seorang
jurubuku untuk usaha baru dikarenakan system (komputerisasi) yang
baik tidak mendikte 100% cara melaporakan akuntansi harus
bagaimana (sudah jadi), akan tetapi sebagian harus di setup
terlebih dahulu (oleh user) agar sesuai dengan keadaan usaha
simpan pinjam (koperasi) yang dijalankan. dan ini di butuhkan pen
"desain" bentuk laporan dan metode perhitungannya.
Selamat
Memulai Siklus Akuntansi
Radian Multi Prima 2007
www.radiansystem.com
-
|